Blog

  • SMP N 20 SURAKARTA IKUT SERTA DALAM LOMBA KRENOVA 2023

    SMP N 20 SURAKARTA IKUT SERTA DALAM LOMBA KRENOVA 2023

    Alhamdulillah, SMP N 20 Surakarta ikut serta dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2021. Krenova merupakan ajang tahunan Bappeda Kota Surakarta dan pada tahun 2021 diikuti oleh tim dari SMP dan SMA.

    KIPERA merupakan inovasi alat pengusir hama burung dengan tenaga angin untuk menjaga hasil panen tanaman padi. Pembuatan dan penggunaannya yang mudah diharapkan dapat menjadi solusi serangan hama burung bagi petani.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyediakan berbagai fasilitas pendampingan agar kreator atau inovator terbaik mendapatkan pendanaan hingga mampu memasarkan produknya.
    Krenova Kota Solo tidak diselenggarakan pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Selanjutnya Krenova Kota Solo kembali digelar pada tahun lalu.
    Balitbangda Kota Solo ingin mendorong warga membuat karya dengan teknologi. Nantinya para pemenang akan diwadahi di Kawasan Sains & Teknologi Kota Solo. Para pemenang tidak hanya diberikan uang serta piagam penghargaan namun difasilitasi dan diberikan pendampingan.
    Sejumlah keuntungan bagi para pemenang  Krenova Kota Solo, antara lain pendampingan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), business model canvas, pra-inkubasi, komersialisasi, dan pendampingan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
    Pemenang juga bakal mendapatkan ruang selama dua tahun untuk mengembangkan bisnisnya di Kawasan Sains & Teknologi Kota Solo selama dua tahun. Mereka berpeluang mendapatkan investor yang lebih banyak. Peserta dibagi dua kategori yakni pelajar tingkat SMP sampai SMA atau sederajat di Kota Solo dan warga dengan KTP Kota Solo.
    Kategori yang dilombakan mengacu pada kearifan lokal Kota Solo, antara lain pertanian dan pangan, energi, kesehatan, pendidikan, teknologi informasi, dan industri kreatif.

  • SMP N 20 Surakarta Peringati Harkitnas 2023 Lewat Upacara Bendera

    SMP N 20 Surakarta Peringati Harkitnas 2023 Lewat Upacara Bendera

    Tema Hari Kebangkitan Nasional 2023 merupakan hal penting yang perlu di ketahui. Tema Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi acuan dalam menyelenggarakan kegiatan berkaitan dengan peringatan tersebut

    Pembina Upacara SMP Negeri 20 Surakarta Bapak Alip Thohar Mustakim, S.Si mengatakan adapun tema Harkitnas 2023 tahun ini yang di tetapkan pemerintah, yaitu ” Semangat untuk Bangkit. Hal tersebut di ungkapkan Pembina Upacara SMP Negeri 20 Surakarta pada upacara Hari Kebangkitan Nasional tahun 2023 , saat melakukan upacara di halaman sekolah. Senin ( 22/5/23)

    “Tujuan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2023 , menumbuhkan semangat dalam memelihara , menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam persatuan dan pembangunan,”

    Selain itu menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara serta mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • SMP N 20 Surakarta Ikut Serta Dalam Pentas Seni HAJ ( Hajadan Ageng Jagalan) 2023

    SMP N 20 Surakarta Ikut Serta Dalam Pentas Seni HAJ ( Hajadan Ageng Jagalan) 2023

    Pentas Seni Tari dalam Rangka Kegiatan Kirab Hajadan Ageng sudah rutin dilakukan tiap tahun di Kelurahan Jebres jln Surya , Jagalan Surakarta.
    SMP Negeri 20 Surakarta ikut berpartisipasi menyemarakan kegiatan Kegiatan Kirab Besar yaitu dengan menampilkan Tari Pejuang. Tari Pejuang merupakan materi Ekstra Kurikuler Tari di SMP N 20 yg Insya Allah dilakukan setiap Senin sore dari pukul 14.00 sampai selesai.

    Tari Pejuang yg ditarikan 3 penari Putri Adik Naya ,Angelia .Reiztyka Surya dengan pembimbing ibu Sarni,S.Sn
    Dibawah Lindungan Ibu Liliek Sri Wahyuti,S.Pd,.M.Pd

  • SMP Negeri 20 Surakarta mengadakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

    SMP Negeri 20 Surakarta mengadakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

    Pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2023 SMP Negeri 20 Surakarta mengadakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Upacara di mulai pukul 07.00 bertempat dihalaman sekolah di ikuti oleh seluruh warga SMP Negeri 20 Surakarta. Hari Pendidikan Nasional tahun ini  dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan menggunakan seragam KORPRI lengkap untuk Guru dan seragam OSIS untuk siswa,  mengikuti upacara di halaman sekolah.
    Upacara berlangsung khidmat, bertindak sebagai pembina Upacara yaitu Sri Nuryati, dan sebagai petugas upacara yaitu para pengurus OSIS. Dalam amanatnya, Sri Nuryati membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.


    “Para penggerak Merdeka Belajar di seluruh Indonesia yang saya banggakan. Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar. Selamat Hari Pendidikan Nasional.” Demikian penutup sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan. Riset, dan Teknologi yang dibacakan oleh Pembina Upacara.

    Terlepas dari peringatan dan tema Hari Pendidikan Nasional pada tahun ini, latar belakang diperingatinya Hari Pendidikan Nasional adalah Hari Pendidikan Nasional atau disingkat Hardiknas merupakan hari yang ditetapkan pemerintah untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tokoh penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia sejak masa penjajahan.

    Pemerintah telah menetapkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal 2 Mei sendiri merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1961 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Pemerintah menetapkan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, meski bukan hari libur.

    Pria yang lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat itu menjadi sosok penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Sebab dirinya berani mengkritik pemerintah Hindia Belanda karena hanya memberi akses pendidikan bagi keturunan Belanda dan kaum priyayi.

    Padahal, menurutnya, akses pendidikan merupakan hak semua orang. Lebih dari itu, melalui pendidikan pula, Indonesia bisa menjadi bangsa yang cerdas, mandiri, dan bebas dari penjajahan. Sayangnya, kritiknya itu membuat Ki Hajar Dewantara jadi diasingkan ke Belanda bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.Sepulangnya dari Belanda, Ki Hajar Dewantara mendirikan ‘Tiga Serangkai’ bersama kedua temannya itu. Lalu, mendirikan lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Ki Hajar Dewantara kemudian membentuk tiga semboyan yang diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia sebagai berikut.

    Ing Ngarso Sung Tulodo yang berarti di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik. Ing Madyo Mangun Karso yang berarti di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan  ide. Tut Wuri Handayani yang berarti di belakang, guru harus bisa memberikan dorongan atau arahan.

  • RONGPULSKA PEDULI

    RONGPULSKA PEDULI

    Memberikan pendidikan di sekolah tidak hanya dilakukan secara akademik, tetapi pendidikan karakter menjadi poin penting yang harus diberikan kepada siswa terutama budaya peduli sosial dan lingkungan yang membutuhkan.

    Hal inilah yang dilakukan SMP Negeri 20 Surakarta. Sekolah melakukan pengalangan dana dilingkungan sekolah untuk meringankan masyarakat yang menjadi korban kebakaran dan korban kebanjiran di Solo beberapa waktu lalu.

    Penggalangan dana dilakukan siswa dan guru dilingkungan SMP Negeri 20 dengan mengumpulkan sumbangan, baik sumbangan tunai berupa uang maupun barang dan sembako yang nantinya akan diserahkan dan dimanfaatkan para korban dalam menyambung hidup.

    Kegiatan ini bertujuan memberikan nilai edukasi pendidikan karakter siswa, siswa diharapkan peka dan peduli terhadap lingkungan dengan memberikan bantuan, baik bantuan materi maupun tenaga.

    Selain itu juga memberikan dampak positif, dimulai dari lingkungan sekolah yang nantinya dapat merambat ke lingkungan masyarakat dalam membantu para korban yang saat ini sedang dilanda kesedihan karena kehilangan harta benda maupun keluarga.

     

  • SMP N 20 Surakarta Juara 2 Lomba Menulis Andai Aku Menjadi Mas Gibran

    SMP N 20 Surakarta Juara 2 Lomba Menulis Andai Aku Menjadi Mas Gibran

    Hujan yang mengguyur Kota Solo sejak sore hari tak mengurangi esensi acara Sanja Warga sekaligus launching buku Geliat Solo di Tangan Gibran Wali Kota Karbitan dan pengumuman pemenang lomba menulis Andai Aku Menjadi Mas Gibran, Jumat (23/12/2022) malam.


    Acara yang berlangsung di Taman Pracima Pura Mangkunegaran Solo itu memang sedikit terlambat dan molor dari jadwal. Namun kemeriahan acara tetap terasa ketika rangkaian acara demi acara mulai digeber pukul 20.20 WIB.
    Acara dibuka dengan pembacaan daftar pemenang lomba menulis “Andai Aku Jadi Mas Gibran”. Ada lima juara lomba untuk kategori sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Total ada 550 karya tulis dari para pelajar di Kota Solo.
    Juara I kategori SD diraih oleh Redy Haqq dari SDIT Mutiara Insani, sedangkan juara II diraih Annabelle Michelline Nugroho dari SD Pangudi Luhur Santo Timotius Solo. Sedangkan Juara III diraih Jenar Sasa Herenda dari SDN Mangkubumen Kidul Nomor 16 Solo.
    Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berbincang dengan sejumlah pelajar di acara Sanja Warga di Taman Pracima Mangkunegaran Solo, Jumat (23/12/2022). (Solopos/Kurniawan)
    Juara Harapan kategori SD diraih Kinetta Raihanah dari SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Solo dan Adniel Yonathan Santosa dari SD Kristen Kalam Kudus Logos.
    Lalu juara I kategori SMP diraih Kalingga Melody Asmara dari SMPN 25 Solo, Juara II Anggun Cahaya Putri SMPN 22 Solo, dan Juara III Farid Hakim Baihaqi Marwan dari SLB D YPAC Solo.
    Sedangkan Juara Harapan diraih Azaria Latifa Azmi dari SMPN 25 Solo dan Baim Egiza Putra dari SMPN 20 Solo. Para pemenang lomba menulis itu hadir dalam acara Sanja Warga dan launching buku Geliat Solo di Tangan Gibran Wali Kota Karbitan.
    Mereka bertemu langsung dengan Gibran dan mendapatkan bingkisan buku tersebut serta sepatu Aerostreet. Pantauan Solopos.com, Gibran sempat berbincang dengan anak-anak tersebut. Mereka membicarakan dari tema tulisan yang mereka angkat hingga isi buku Geliat Solo di Tangan Gibran Wali Kota Karbitan.
    Suami dari Selvi Ananda itu juga sempat menunjukkan beberapa foto atau gambar di buku tersebut. Mulai dari sosok Rocky Gerung, Muhammed bin Zayed, dan tokoh-tokoh penting negeri ini.
    Anak-anak itu memanfaatkan momen pertemuan dengan Gibran dengan meminta foto bersama. Mereka juga meminta tanda tangan Gibran di buku yang mereka peroleh.

  • Workshop Pelaksanan IKM SMP Negeri 20 Surakarta

    Workshop Pelaksanan IKM SMP Negeri 20 Surakarta

    SMP Negeri 20 Surakarta pada hari Senin, 19 Desember sampai Kamis, 22 Desember 2022 mengadakan kegiatan Wokshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Pada kegiatan lokakarya kali ini, SMP Negeri 20 Surakarta

    Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru pada dunia pendidikan, menurut BSNP kurikulum ini mengacu pada pendekatan bakat dan minat siswa dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya. Kurikulum ini adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensi.

    Workshop IKM yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 20 Surakarta ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru menghadapi kurikulum merdeka, dimana kurikulum ini akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun ajaran baru mendatang.

    Pada pelaksanaanya, workshop IKM ini menghadirkan 5 (lima) orang narasumber dari Lembaga Penyelenggaraan Diklat Arsitektur Keguruan Dan Ilmu Pendidkan Universitas Sebelas Maret, antara lain :

    1. Dian Rineta, ST, M.Si ( Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta )
    2. Abi Satoto, S.Pd, M.Pd ( Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta
    3. Novi Andari Yasminingsih, S.Pd, M.Si. ( Pengawas SMP N 20 Surakarta )

    Workshop Pelaksanan IKM SMP Negeri 20 Surakarta pada hari pertama dibuka dengan penuh semangat oleh Kepala Sekolah yaitu bapak Liliek Sri Wahyuti, S.Pd, M.Pd. Pada pembukaan ini beliau mengatakan bahwa pelaksanan lokakarya ini diharapkan mampu memberi pengetahuan yang lebih terhadap bapak ibu guru dalam menghadapi kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru mendatang, sehingga dalam pelaksanaanya nanti bisa mengoptimalkan pembelajaran kepada peserta didik menggunakan kurikulum baru.

  • Pramuka SMPN 20 Surakarta Raih Juara 2 Putri Lomba Tingkat 2 Penggalang

    Pramuka SMPN 20 Surakarta Raih Juara 2 Putri Lomba Tingkat 2 Penggalang

    Surakarta, Hebat, inilah ucapan yang pantas dipersembahkan buat tim pramuka SMPN 20 Surakarta yang telah sukses mengukir prestasi di bidang kepramukaan. Keberhasilan yang diraih menunjukan bahwa tim pramuka SMPN 20 Surakarta berkualitas.

    Gerakan Pramuka SMP Negeri 20 Surakarta, mendapatkan Juara 2 Putri lomba tingkat 2 penggalang Kota Surakarta.
    Tentu kepercayaan ini akan kami jaga, segenap tim pembina kami akan melakukan persiapan semaksimal mungkin,”.
    Pembina Putri, Ibu Sarni,S.Pd menjelaskan, SMPN 20 Surakarta memiliki sarana yang memadai untuk maju Lomba Gudep Mantap tahun ini. sekolah tersebut dipercaya oleh Kwarda Jawa Tengah dengan fasilitasi dari Kwarcab, menjadi tuan rumah diselenggarakannya KPGD (Kursus Pembina Gugus Depan) 2022 yang diikuti oleh Pembina Gudep dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK se Kota Surakarta.

    Atas nama sekolah kita ucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak kami yang tergabung dalam tim pramuka, dan ucapan terimakasih kepada ibu Sarni, S.Pd yang telah membina tim pramuka sekolah. Sehingga tim pramuka telah sukses menoreh prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Semoga keberhasilan ini dapat memacu semangat peserta didik lain untuk dapat pula mengukir prestasi terbaiknya.

  • SMPN 20 Surakarta Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77

    SMPN 20 Surakarta Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77

    Rabu (17/8/2022) Bangsa Indonesia telah genap berusia 77 tahun. Pada tahun ini pemerintah telah memperbolehkan instansi-instansi termasuk sekolah untuk melakukan upacara secara tatap muka. SMPN 20 Surakarta tak ingin menyia-nyiakan momentum bersejarah ini. Dengan aset peserta didik, guru, dan halaman yang luas maka SMPN 20 Surakarta melaksanakan upacara bendera di sekolah. Upacara diikuti oleh semua guru, karyawan, dan siswa SMPN 20 Surakarta dengan khidmat.

    Petugas upacara melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Pada upacara spesial ini, sekolah mampu menampilkan pasukan pengibar bendera merah putih dengan formasi lengkap sebagai simbol tanggal bulan dan tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Hadir sebagai pembina upacara adalah Liliek Sri Wahyuti, S.Pd, M.Pd selaku Kepala SMPN 20 Surakarta. Saat amanat upacara beliau membacakan teks sambutan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam sambutan tersebut dipaparkan tentang kondisi pendidikan di Indonesia dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam memperbaiki kualitas pendidikan dan memerdekakan murid. Sampai saat ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah menerbitkan Merdeka Belajar episode 21. Dengan adanya program merdeka belajar ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang memiliki profil pelajar pancasila. Suasana HUT Republik Indonesia semakin terasa saat regu koor menyanyikan lagu-lagu nasional.

    Pengibaran Bendera Merah Putih Pada Upacara Peringatan HUT RI Ke-77 di SMPN 20 Surakarta

    Gegap gempita perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di SMPN 20 Surakarta tidak hanya dengan melakukan upacara bendera. Pada hari selanjutnya, Senin-Selasa 22-23 Agustus 2022 sekolah mengadakan Lomba Ceria antar sesama guru dan siswa. Jenis lomba yang dipertandingkan adalah makan kerupuk , menggiring bola, dan lain-lain. Alasan dipilihnya lomba tersebut adalah adanya nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan yaitu membentuk jiwa gotong royong, komunikasi, kekompakkan, dan kreatif sehingga sejalan dengan program merdeka belajar yaitu membentuk profil pelajar pancasila.

    Suasana Lomba Peringatan HUT RI Ke-77 di SMPN 20 Surakarta

    Semoga semangat perjuangan ini tetap berkobar di hati semua warga negara. Mari bahu membahu memajukan bangsa tercinta. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Merdeka! 

     

  • SMP N 20 SURAKARTA IKUT SERTA DALAM LOMBA KRENOVA 2022

    SMP N 20 SURAKARTA IKUT SERTA DALAM LOMBA KRENOVA 2022

    Alhamdulillah, SMP N 20 Surakarta ikut serta dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2021. Krenova merupakan ajang tahunan Bappeda Kota Surakarta dan pada tahun 2021 diikuti oleh tim dari SMP dan SMA. Penelitian ini berangkat dari permasalahan maraknya kasus Covid 19. 

  • Monitoring Evaluasi SMP Negeri 20 Surakarta

    Monitoring Evaluasi SMP Negeri 20 Surakarta

    Kegiatan monitoring lebih terfokus pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk mendapatkan informasi secara regular berdasarkan indikator tertentu, dengan maksud mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati.

    Indikator monitoring mencakup esensi aktivitas dan target yang ditetapkan pada perencanaan program. Apabila monitoring dilakukan dengan baik akan bermanfaat dalam memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya (sesuai pedoman dan perencanaan program). Juga memberikan informasi kepada pengelola program apabila terjadi hambatan dan penyimpangan, serta sebagai masukan dalam melakukan evaluasi.Secara prinsip, monitoring dilakukan sementara kegiatan sedang berlangsung guna memastikan kesesuaian proses dan capaian sesuai rencana, tercapai atau tidak.

    Bila ditemukan penyimpangan atau kelambanan maka segera dibenahi sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan targetnya. Jadi, hasil monitoring menjadi input bagi kepentingan proses selanjutnya. Sementara Evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan, untuk mengetahui hasil atau capaian akhir dari kegiatan atau program. Hasil Evaluasi bermanfaat bagi rencana pelaksanaan program yang sama diwaktu dan tempat lainnya.

    FUNGSI MONITORING DAN EVALUASI

    Monitoring mempunya empat fungsi, yaitu:

    1. Ketaatan (compliance). Monitoring menentukan apakah tindakan administrator, staf, dan semua yang terlibat mengikuti standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
    2. Pemeriksaan (auditing). Monitoring menetapkan apakah sumber dan layanan yang diperuntukkan bagi pihak tertentu (target) telah mencapai mereka.
    3. Laporan (accounting). Monitoring menghasilkan informasi yang membantu “menghitung” hasil perubahan sosial dan masyarakat sebagai akibat implementasi kebijaksanaan sesudah periode waktu tertentu.
    4. Penjelasan (explanation). Monitoring menghasilkan informasi yang membantu menjelaskan bagaimana akibat kebijaksanaan dan mengapa antara perencanaan dan pelaksanaannya tidak cocok

    Dibawah ini adalah dokumentasi kegiatan monev di SMP Negeri 20 Surakarta :

     

  • MPLS SMP N 20 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023

    MPLS SMP N 20 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023

    Kegiatan belajar mengajar Tahun Pelajaran 2022/2023 di SMPN 20 Surakarta dimulai pada hari Senin, tanggal 11 Juli 2022. Dibawah pimpinan Liliek Sri Wahyuti, S.Pd, M.Pd. untuk hari pertama kelas 8 dan 9 melakukan pembelajaran tatap muka mulai jam 07.00 – 13.45 WIB. Sedangkan untuk kelas 7 melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 3  hari dimulai hari Senin- Rabu, tanggal 11 – 13 Juli 2022, pukul 07.30 – 13.45. Pada awal Tahun Ajaran Baru 2022/2023 masih menyesuaikan kondisi pandemi dan mematuhi aturan.

    Berdasarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2020, maka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik baru dalam jangka waktu paling lama tiga   hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Penyelenggaraan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah hanya pada hari sekolah dan berada di jam pelajaran.Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah sebuah kegiatan yang dilakukan pada hari pertama masuk sekolah dan wajib diikuti oleh semua Peserta Didk baru. Kegiatan tersebut berupa pengenalan lingkungan sekolah dan program-program, metode belajar, sarana prasarana, konsep pengenalan diri serta pembinaan awal terhadap kultur sekolah.

    Kegiatan MPLS diisi dengan program edukatif yang berisi pengenalan ekosistem sekolah dan menghindari perploncoan.  Kepala SMPN 20 Solo  menyampaikan dalam info dinas beberapa hari yang lalu bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan untuk mengenali potensi diri peserta didik baru, membantu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi dan semangat belajar efektif bagi Peserta Didik baru, mengembangkan interaksi positif antara Peserta Didik dan warga sekolah lainnya serta menumbuhkan perilaku positif dalam diri Peserta Didik.

    Dari 254 Peserta Didik baru mengikuti MPLS masih sebagai calon Peserta Didik SMPN 820Solo. Dikatakan masih sebagai calon Peserta Didik karena belum menandatangani tata tertib yang berlaku di SMPN 20 Solo. Untuk tahun ajaran 2022/2023 ini Peserta Didik baru diharapkan ikut menyukseskan literasi religi dan akademik dengan tujuan meningkatkan minat baca sesuai visi sekolah (sekolah yang berprestasi, berkarakter, berbudaya, berwawasan lingkungan, berdasarkan iman dan taqwa). Selain itu juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sekaligus untuk memperluas wawasan bagi Peserta Didik SMPN 20 Solo.

    Perlu diketahui bahwa SMPN 20 Solo sudah berhasil meraih Adiwiyata tingkat Nasional. Saat ini berusaha untuk mewujudkan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Menurut Ketua Adiwiyata SMPN 20 Solo yang sangat diperlukan adalah menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah. Menjaga, memelihara taman-taman yang sudah ada dan yang menjadi tanggung jawab masing-masing kelas. Diharapkan semua warga sekolah bekerja sama dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata Mandiri.

    Menurut Waka Kesiswaan, Yunihar, S.Pd., bahwa pengenalan lingkungan fisik sekolah dilakukan karena jelas berbeda dengan lingkungan sekolah di sekolah terdahulu (SD/MI). Termasuk di dalamnya penyesuaian dengan karakter, apabila tepat beradaptasi maka prestasi akademik akan diperoleh secara maksimal.

    Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) bagi Peserta Didk baru SMPN 20 Solo antara lain : Senin, tanggal 11 Juli 2022 kegiatannya Upacara pembukaan PLS, Ice breaking dan yel- yel, profil Sekolah dan Visi Misi Sekolah, Tata Tertib Sekolah, dan ibadah. Sebagai penyaji antara lain ; Tim Kesiswaan Pengurus OSIS, Yunihar, S.Pd.

    Hari Selasa, tanggal 12 Juli 2022 di lanjutkan dengan kegiatan penyembelihan hewan qurban dan lomba masak tiap kelas. Selanjutnya untuk hari terakhir, Rabu tanggal 13 Juli 2022, kegiatannya PBB, Pengenalan cara belajar efektif, Pengenalan Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) dan Profil Pelajar Pancasila.

    Tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) siap berjuang dengan sesama Peserta Didik sekolah baik di intra sekolah maupun ekstra sekolah. Mengenai Permendikbud no. 45 tahun 2015 tentang Seragam Sekolah. Kota Surakarta akan menerapkan seperti apa adanya artinya sesuai dengan yang dipakai kakak kelas. Semua menjadi tanggung jawab Orang Tua termasuk pengadaannya, sekolah tidak melayani, tidak mengadakan. Akan diberi contoh dari sekolah, seragam mulai dari hari Senin sampai hari Jum’at. Termasuk yang kelas VIII ( delapan ) dan IX ( sembilan ) seragam yang sudah tidak layak pakai menjadi tanggung jawab Orang Tua.

    Tahun pelajaran ini SMPN 20 Solo menggunakan 2 ( dua ) kurikulum yaitu kurikulum 2013 bagi kelas VIII dan IX. Sedangkan untuk kelas VII ( tujuh ) memakai Kurikulum Merdeka Belajar.  Kelas VII, VIII & IX setiap hari Selasa , Rabu, Kamis dan Jum’at digunakan untuk kegiatanTadarus Al Qur’an dilanjutkan literasi yaitu membaca buku non mapel. Untuk yang beragama Kristen dan Katolik diadakan kegiatan pendalaman Alkitab.

    Materi Ekstrakurikuler merupakan Ekstra yang ada di SMPN 20 Solo. Cabang ektrakurikuler yang ada di SMPN 20 Solo sejumlah 18 cabang ekstra. Dari mulai cabang ekstra KIR dan OSN, Pramuka, Musik / Band, Bola Voli, Taekwondo, Futsal, Media Rekam, Karawitan, Seni Tari, Ecomapping, Paduan Suara, PBB, PMR, Jurnalistik, SBA / BTA, Hadrah, Bulutangkis, Teater. Ekstra kurikuler ini untuk mewadahi minat dan bakat Peserta Didik agar bisa dikembangkan.

    Materi Sekolah Adiwiyata dan sekolah sehat merupakan materi hari kedua di MPLS di SMPN 20 Solo. SMPN 20 Solo telah meraih prestasi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan Sekolah Sehat juara II tingkat kota. Akan menjadi tantangan SMPN 20 Solo untuk maju ke sekolah Adiwiyata tingkat mandiri dan Sekolah Sehat juara I tingkat kota. SMPN 20 Solo juga sudah menjadi Sekolah Ramah Anak ( SRA ) sekaligus Profil Pelajar Pancasila.

    Tancapkan niat untuk berkompetisi semaksimal mungkin dan bisa beradaptasi secepat mungkin. Diharapkan Peserta Didik di tahun pelajaran 2022 / 2023 minimal prestasi sama dengan tahun kemarin syukur bisa lebih meningkat lagi. Menjadi Peserta Didik yang berkarakter baik, sesuai yang diharapkan oleh Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat. Dengan adanya kegiatan MPLS seperti saat ini maka Peserta Didik akan lebih memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana cara berinteraksi dengan lingkungan sekolah, dengan kawan dan juga dengan Guru.

    MPLS bertujuan memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada Peserta Didik baru tentang lingkungan sekolahnya.Tingkatkan ibadah secara ikhlas, semuanya akan mendapatkan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan orang lain. Tegar di tengah keprihatinan menjadi teladan merajut sukses masa depan.

  • AKHIRUSSANAH SMP NEGERI 20 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

    AKHIRUSSANAH SMP NEGERI 20 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

    SMP N 20 Surakarta menyelenggrakan Akhirussanah dan Wisuda kelas IX tahun 2022 ini adalah tahun pertama di adakan penyelenggaraan Akhirussanah dan Wisuda setelah pandemi tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Acara ini dimulai Pukul 13.00 WIB diselenggarakan di Gedung Kelurahan Jagalan.


    Acara akan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan menyanyikan Mars SMP Negeri 20 Surakarta, mendengarkan pembacaan doa oleh Ustadz Kelik Gunawan Pribadi, M.Pd selaku Guru PAI dan sambutan dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Ketua Paguyuban, Dilanjutkan Laporan oleh Wakakurikulum Diana Indriastuti KW, M.Pd yang menyampaikan capaian prestasi siswa dan aspek penilaian. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan kembali siswa kelas 9 dari sekolah kepada komite yang diwakili 1 siswa perempuan dan 1 siswa laki-laki. Acara ditutup dengan penyampaian pesan dan kesan perwakilan dari siswa peraih 10 besar nilai ujian sekolah. Kepala SMP Negeri 20 sudah mempersiapkan acara kelulusan siswa jauh-jauh hari, biasanya dilaksanakan di gedung


    Pada sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Surakarta, Liliek Sri Wahyuti, S.Pd, M.Pd. Menyerahkan kembali seluruh Siswa kelas IX kepada orang tua masing-masing.Dan mendoakan siswa akan Semakin sukses kedepannya dan meraih cita-cita yang diinginkan.

  • CREATIVE APPROACH BERBASIS PICTORAL RIDDLE APPROACH TINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP POKOK MATERI PEMBELAJARAN

    CREATIVE APPROACH BERBASIS PICTORAL RIDDLE APPROACH TINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP POKOK MATERI PEMBELAJARAN

    Sekolah, guru dan peserta didik memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar senantiasa terjadi proses kegiatan interaksi antara        dua unsur manusia yaitu peserta didik sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar, dengan peserta didik sebagai subyek pokoknya. Peran kolaboratif antara peserta didik dengan guru sangatlah dibutuhkan demi terciptanya pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Guru dituntut untuk dapat menciptakan situasi yang berpengaruh pada peserta didik dalam hal pemehaman konsep materi pelajaran yang akhirnya akan berdampak pada pencapaian hasil belajar yang optimal. Guru sebagai pengajar sebaiknya tidak mendominasi kegiatan pembelajaran tetapi membantu menciptakan kondisi yang mendukung serta memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan potensi dan kreatifitasnya melalui kegiatan belajar.

     

    Fenomena di lapangan selama ini, proses pembelajaran masih banyak timbul permasalahan di dalamnya. Pelaksanaannya, metode mengajar tersebut tidak memperhatikan tingkat keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Berpijak pada data empirik di SMP Negeri 20 Surakarta menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas 7 dalam pemahaman konsep IPA belum memuaskan. Rata-rata hasil belajar yang di peroleh masih di bawah batas tuntas / KKM sebesar 54,09%, hal ini karena kurangnya variasi pendekatan dan metode pada penyampaian materi. Akibat yang dirasakan adalah tingkat pemahaman dan penguasaan konsep peserta didik tidak optimal.

     

    Beberapa metode pendukung creative approach adalah problem solving, brain storming, inquiry, danrole playing. Sedangkan pictorial riddle approach merupakan pendekatan yang mempresentasikan informasi ilmiah dalam bentuk poster atau gambar yang digunakan sebagai sumber diskusi. Metode mengajar yang digunakan harus dapat menciptakan keterlibatan peserta didik secara aktif, salah satunya dengan penggunaan metode problem solving.

     

    Penerapan creative approach (pendekatan kreatif) berbasis pictorial riddle approach (pendekatan teka-teki bergambar) melalui penggunaan metode problem solving dapat meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran. Penerapan creative approach (pendekatan kreatif) berbasis pictorial riddle approach (pendekatan teka- teki bergambar) secara umum dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memperkuat konsep IPA.

     

    Manfaat dari Penerapan pendekatan kreatif berbasis pendekatan teka-teki bergambar dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memahami suatu materi dalam mencapai kompetensi dasar tertentu, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran. Sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran IPA diantaranya peserta didik hendaknya mampu berperan aktif dengan menyampaikan gagasan atau pemikiran pada proses pembelajaran sehingga hasil belajar yang didapatkan nantinya akan lebih optimal. Guru hendaknya selalu mengupayakan penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran yang dapat membangkitkan kreatifitas peserta didik dan menarik bagi peserta didik sehingga dapat meningkatkan perhatian, minat dan motivasi peserta didik untuk memahami materi yang disajikan.

     

    Nilai batas tuntas hanyalah batasan minimal yang berarti pencapaian terendah dengan kata lain penguasaan atau pemahaman masih rendah pula.Langkah yang perlu dilakukan oleh kalangan pendidik adalah bagaimana membuat peserta didik tidak hanya menghafal konsep tetapi juga mampu memahami konsep yang diajarkan. Rendahnya pemahamn konsep suatu materi oleh peserta didik akan berakibat pada rendahnya pencapaian hasil belajar. Pemahaman konsep terukur dengan ketercapaian indikator kompetensi dasar tertentu sesuai kurikulum.

     

    Banyak cara untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Upaya peningkatan aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran disamping dengan penyediaan lingkungan yang kreatif, guru dapat menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran.

     

    Beberapa alternatif pendekatan yang dapat digunakan salah satunya adalah creative approach (pendekatan kreatif) berbasis pictorial riddle approach (pendekatan teka teki bergambar). Creative approach merupakan pendekatan yang mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajar peserta didik secara optimal, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kreativitas dapat di kembangkan dengan memberi kepercayaan, komunikasi yang bebas, pengarahan diri, dan  pengawasan yang tidak terlalu ketat dalam pembelajaran.

    Oleh Sri Mayasari, S.Pd, guru IPA SMP Negeri 20 Surakarta

  • Melalui Kegiatan Class Meeting, SMP N 20 Surakarta Hadirkan Semangat Kebersamaan dalam Kebahagiaan

    Melalui Kegiatan Class Meeting, SMP N 20 Surakarta Hadirkan Semangat Kebersamaan dalam Kebahagiaan

    SMP N 20 Surakarta melaksanakan Class Meeting pada bulan Juni 2022.  Kegiatan tersebut antara lain  lomba futsal, gobak sodor dan kreasi daur ulang. Setiap kelas mengirimkan tim sebagai perwakilan untuk bertanding. Para siswa bermain dengan suportif dan sangat antusias.
    Antusiasme siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan Class Meeting dibuktikan dengan betapa meriahnya dukungan yang diberikan saat perwakilan kelasnya bertanding.  Tak hanya menyanyi atau menyajikan yel-yel, para siswa juga membuktikan kreativitas mereka dengan menampilkan koreografi.
    Class Meeting yang santai dan menyenangkan tak lantas membuat siswa-siswi SMP N 20 Surakarta lalai terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang bungkus snack atau minuman sembarangan. Para siswa/i tetap taat dan menjaga kebersihan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya.
  • Mengenal Lebih dalam Kurikulum Merdeka Belajar

    Mengenal Lebih dalam Kurikulum Merdeka Belajar

    Dalam Kurikulum Merdeka, pendidikan berpatokan pada esensi dari belajar, di mana setiap anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Kurikulum Merdeka merupakan pilihan yang bisa digunakan sekolah agar efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Sementara Kurikulum 2013 tetap bisa digunakan sesuai kesiapan sekolah menerapkan kurikulum baru. Kurikulum Merdeka bakal diterapkan pada tahun ajaran baru 2022/2023. Mulai dari TK hingga SMA bisa menerapkan Kurikulum Merdeka bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing.

    SMP N 20 Surakarta mengadakan kunjungan dan silaturahmi ke SMP N 9 Surakarta untuk mengenal lebih dalam tentang Kurikulum Merdeka. Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran yang cukup lama. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Selain itu ada kesenjanganpendidikan yang curam antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Kondisi ini semakin parah dengan adanya pandemi Covid-19. Untuk itu diperlukan perubahan yang sistemik. Salah satunya melalui kurikulum. Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka untuk memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama dialami anak-anak Indonesia.

    Kurikulum merdeka yang sebelumnya disebut kurikulum prototipe dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid. Untuk mendukung pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang memunculkan learning loss, Kurikulum Merdeka mempunyai karakteristik sebagai berikut.

    Pertama, pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Kedua, fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Ketiga, guru menjadi lebih fleksibel melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

    Adanya pilihan bagi sekolah untuk menggunakan salah satu dari tiga kurikulum mungkin akan memunculkan pertanyaan bagi banyak orang. Mengapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Mengapa Pemerintah tidak langsung menetapkannya menjadi kurikulum yang wajib digunakan semua sekolah? Hal ini didasarkan alasan- alasan berikut.

    Pertama, sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah. Kedua, kebijakan memilih kurikulum diharapkan dapat memperlancar proses perubahan kurikulum nasional karena dilakukan secara bertahap. Jadi kebijakan memberikan opsi kurikulum merupakan salah satu upaya manajemen perubahan.

    Perubahan kurikulum secara nasional baru akan dilakukan pada tahun 2024. Selama menunggu tahun 2024, Kurikulum Merdeka sudah melalui iterasi perbaikan di beragam sekolah dan daerah. Pada tahun 2024 sudah akan cukup banyak sekolah di daerah-daerah yang mempelajari dan menerapkan Kurikulum Merdeka. Sekolah tersebut nantinya dapat menjadi mitra belajar bagi sekolah lain.

    Sekolah yang akan menerapkan Kurikulum Merdeka harus memenuhi kriteria pokok, yakni berminat menerapkan kurikulu itu untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah akan diminta mempelajari materi tentang konsep Kurikulum Merdeka. Setelah memutuskan mencoba menerapkan, sekolah akan mengisi formulir pendaftaran dan survei singkat. Kesediaan kepala sekolah dan guru dalam memahami dan mengadaptasi Kurikulum Merdeka di di konteks masing-masing menjadi kunci keberhasilan.

    Jadi tidak ada seleksi dalam proses pendaftaran untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek hanya menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum berdasarkan hasil survei sekolah. Selanjutnya akan dilakukan pemetaan tingkat kesiapan dan disiapkan bantuan yang sesuai kebutuhan.

    Dengan mengenal Kurikulum Merdeka, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap pelaksanaan kurikulum. Sekolah nantinya bisa memilih untuk mengembangka kurikulum mereka sesuai dengan karakteristik sekolah. Ini berarti Kurikulum Merdeka tidak akan membelenggu otonomi sekolah. Dengan Kurikulum Merdeka, pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih sederhana dan mendalam.

  • SMP Negeri 20 Surakarta Kirim Tim Adiwiyata dalam Grebeg Sampah

    SMP Negeri 20 Surakarta Kirim Tim Adiwiyata dalam Grebeg Sampah

    SMP Negeri 20 Surakarta mengirimkan tim Adiwiyata dalam acara Gerakan Resik-Resik Bebarengan Garap Sampah Paripurna (Grebeg Sampah) dalam rangka peringatan Hari Lingkungana Hidup Sedunia, Minggu (5/6/2022). Aksi Grebeg sampah itu dilakukan di area Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi Solo, mulai pukul 06.15 – 09.00 WIB, yang diikuti oleh sekolah-sekolah Adiwiyata di Kota Solo.

    Setelah apel pagi di depan Loji Gandrung, kepada mereka dibagikan  trash bag untuk membersihkan area Car Free Day dari sampah.

    Apabila trash bag sudah penuh terisi sampah, selanjutnya dibawa oleh peserta ke tempat penukaran tanaman.. Apel pagi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Ir Gatot Sutanto, M.Si dan dihadiri oleh beberapa Kepala SD/SMP  Kota Solo, Proklim Joglo Surakarta, Proklim Gajah Putih Surakarta, Bank Sampah Solo Raya Surakarta,  Pramuli Kota Surakarta serta ratusan siswa dari berbagai sekolah. Rekyan menjelaskan, sebagai sekolah Adiwiyata, sebenarnya aksi seperti itu sudah rutin dilakukan setiap hari di lingkungan sekolah. GrebegSampah tersebut jelas Rekyan, bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya sampah yang saat ini sudah dalam kondisi darurat apabila tidak tertangani secara bersama-sama. Kepala SMP Negeri 20 Surakarta, Liliek Sri Wahyuti, S.Pd, M.Pd menjelaskan, kegiatan GrebegSampah diharapkan meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama akan sampah. Meski demikian, lebih bermakna ketika semboyan itu dilakukan secara riil di lingkungan sekitar, di lingkungan sekolah dan di tengah masyarakat.
  • SOSIALISASI DAN PEMBINAAN ADIWIYATA DI SMP NEGERI 20 SURAKARTA

    SOSIALISASI DAN PEMBINAAN ADIWIYATA DI SMP NEGERI 20 SURAKARTA

    Sosialisasi dan Pembinaan Adiwiyata telah dilaksanakan pada hari Kamis 2 Juni 2022  di SMP Negeri 20 Surakarta.  Adiwiyata adalah tempat yang baik dan ideal di mana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia nenuju terciptanya kesejahteraan hidup menuju pembangunan berkelanjutan.

    Pembinaan Adiwiyata bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata, meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDA dalam pengelolaan program Adiwiyata, meningkatkan pencapaian kinerja pengelolaan Adiwiyata baik Propinsi maupun Kabupaten, termasuk sekolah dan masyarakat sekitar.

    Tim Adiwiyata SMP Negeri 7 Surakarta menghadiri Undangan dari Kepala SMP Negeri 20 Surakarta dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Binaan Adiwiyata sebagai narasumber Ibu Kepala Sekolah SMP NEgeri 7 Surakarta Ibu Siti Latifah, S.Pd, M.Pd. Acara dihadiri oleh Guru dan siswa yang di tunjuk. Acara juga dibuka oleh Kepala SMP Negeri 20 Surakarta dan memberikan materi terkait Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. Selain itu, Ibu Kepala Sekolah SMP NEgeri 7 Surakarta menyampaikan materi secara umum tentang Program Adiwiyata. Sekolah binaan berkomitmen untuk melaksanakan dan mendukung program Adiwiyata serta mohon bimbingan dan pendampingan dari SMP Negeri 7 Surakarta.