
Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SMP Negeri 20 Kota Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 8 hingga 10 Juli 2026, seluruh guru di lingkungan SMP Negeri 20 Kota Surakarta mengikuti kegiatan In House Training (IHT) yang mengusung tema “Membangun Budaya Literasi dan Numerasi untuk Meningkatkan Kompetensi Murid”. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah ini tidak hanya berfokus pada penguatan literasi dan numerasi, tetapi juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusi di sekolah.
Kegiatan pada hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan laporan dari Ketua Panitia sekaligus Waka Kurikulum, Bapak Zaenal Abidin, S.Kom. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala SMP Negeri 20 Surakarta, Ibu Liliek Sri Wahyuti, S.Pd., M.Pd. Momen istimewa terjadi ketika Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Bapak Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., hadir untuk memberikan arahan sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menekankan pentingnya peran guru dalam beradaptasi dengan kebutuhan belajar murid yang semakin dinamis.

Materi pertama mengenai “Pembelajaran Inklusi” dikupas tuntas oleh Dr. Joko Yuwono, Dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Beliau memberikan wawasan tentang bagaimana melayani siswa dengan kebutuhan khusus secara setara di dalam kelas. Pendidikan inklusi tidak hanya untuk murid berkebutuhan khusus saja, tetapi untuk seluruh murid. Selanjutnya, Ibu Novi Andari Yasminingsih, S.Pd., M.Si., selaku Pengawas Dinas Pendidikan Kota Surakarta, memaparkan materi strategis mengenai “Kebijakan dan Urgensi Budaya Literasi dan Numerasi di Sekolah”.

Memasuki hari kedua, kegiatan IHT menjadi lebih aplikatif. Fokus utama pada hari ini adalah persiapan kegiatan Winterfes, sebuah program unggulan yang dirancang untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi murid secara menyenangkan.
Bapak Joko Wiyono, S.Pd. dan Ibu Ulfati Syarifah, S.Pd. yang memandu penyampaian teknis kegiatan. Setelah itu, para guru yang tergabung dalam Tim Winterfest langsung bekerja sama dalam penyusunan dan presentasi modul Winterfest. Rangkaian hari kedua ditutup dengan post test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi, numerasi, dan pembelajaran inklusi.

Pada hari terakhir ini, para guru dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran masing-masing ke dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah. Agenda utamanya adalah pembuatan modul pembelajaran yang diadaptasi dari hasil pelatihan dua hari sebelumnya. Melalui forum MGMP ini, guru-guru saling berdiskusi, bertukar ide, dan merumuskan modul ajar yang tidak hanya sesuai dengan capaian kurikulum, tetapi juga mengintegrasikan penguatan literasi, numerasi, serta strategi diferensiasi untuk siswa inklusi.
Melalui kegiatan IHT yang padat dan bermakna ini, diharapkan seluruh guru SMP Negeri 20 Surakarta memiliki bekal yang mumpuni untuk menyambut para peserta didik di Tahun Ajaran 2026/2027. Sinergi, inovasi, dan semangat belajar para pendidik ini adalah kunci utama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang inklusif, literat, dan siap mencetak generasi penerus yang kompeten.
Mari melangkah bersama untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Rongpulska JUARA.







