
Guna melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat, SMP Negeri 20 Kota Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Periode 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam, yakni pada Kamis hingga Jumat, 7–8 Mei 2026.
LDK merupakan kegiatan tahunan di SMP Negeri 20 Kota Surakarta, LDK tahun ini mengusung semangat kolaborasi yang kuat dengan melibatkan 40 peserta didik pilihan. Mereka merupakan gabungan dari pengurus tiga organisasi kesiswaan utama di sekolah, yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Dewan Galang (DG) Pramuka, dan Rohani Islam (Rohis). Dengan mengangkat tema “Mewujudkan Pemimpin Muda yang Jaya, Unggul, Berprestasi, Religius, dan Berbudaya” seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Rumah Revolusi Mental WCS Mojogedang, Karanganyar.

Hari pertama LDK langsung diisi dengan materi kepemimpinan yang padat, mulai dari teori dan praktik Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar guna memupuk kekompakan, hingga pelatihan tata Upacara Bendera untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
Tidak hanya fisik, kemampuan manajerial para kader muda ini juga diasah melalui sesi manajemen organisasi dan kepemimpinan pada malam harinya. Sesi ini mengajar peserta tentang fungsi pengurus, komunikasi efektif, serta taktik membangun kerja sama tim yang solid di lingkungan sekolah.
Memasuki hari kedua, suasana LDK semakin menantang. Tepat pukul 01.00 WIB dini hari, para peserta dibangunkan secara mendadak untuk mengikuti simulasi caraka malam. Di tengah kegelapan, mereka dituntut menunjukkan keberanian, kesiapsiagaan, dan ketahanan mental dalam menyelesaikan berbagai misi kelompok di setiap pos tantangan.
Puncak dari seluruh rangkaian LDK ini terjadi menjelang subuh, melalui Upacara Pengukuhan. Di bawah langit malam Karanganyar, seluruh peserta resmi dikukuhkan sebagai simbol kesiapan mereka untuk menjadi teladan, penggerak roda organisasi, dan agen perubahan yang disiplin di SMP Negeri 20 Kota Surakarta.
Meskipun digembleng dengan latihan fisik dan mental yang semi-militer, pembiasaan karakter religius tetap menjadi fondasi utama. Sepanjang kegiatan, para peserta berkumpul melaksanakan ibadah shalat fardhu berjamaah bagi yang beragama Islam. Sementara itu, peserta yang beragama Kristen dan Katolik juga melaksanakan ibadah membaca Alkitab bersama di ruang terpisah. Kebersamaan ini mempererat toleransi dan keharmonisan antar-murid.
Sebelum bertolak kembali ke Surakarta, kegiatan hari kedua ditutup dengan suasana ceria lewat latihan public speaking dan mini games. Di sini, para siswa dilatih untuk berani berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta mencairkan suasana keakraban melalui permainan kerja sama tim.
Selamat bertugas kepada para pemimpin muda SMP Negeri 20 Surakarta! Mari bersama-sama bergerak mewujudkan sekolah yang Jaya, Unggul, dan Berbudaya!






